Selasa, 13 Desember 2011

PERJUANGAN RAKYAT


“AKSI OKUPASI DPR TANGGAL 10 S/D 12 DESEMBER 2011”

Tepatnya pada tanggal 10 Desember 2011, Front Anti Kekerasan menggelar aksi Okupasi  atau pendudukan di Kantor dewan Perwakilan rakyat (DPR) Prop. SUlteng. Pendudukan ini dilakukan karena selama ini pemerintah tidak pernah mengindahkan aspirasi dari rakyat, selama ini pemerintah hanya memberikan janji, dan melakukan diskriminasi serta intimidasi bahkan sampai penembakan dan perampasan hak-hak dari rakyat. Hal ini tentunya sudah melanggar konstitusi yang selama ini kita anut.
sehingga pacuan dari Organisasi Kampus, LSM, Organisasi Paguyuban, dan Ormas ikut andil untuk memperjuangkan tuntutan rakyat dan menduduki DPR dengan mengusung tema Ganti Rezim Ganti Sistem. Kenapa …???? Karena rezim ini tidak mampu mensejahterahkan rakyat, hanya mencederai rakyat, membunuh rakyatnya sendiri.
Kami hanya mau meruntuhkan rezim SBY-Boediono. Rezim yang berbau Kapitalis sehingga hanya mementingkan diri sendiri dan kelompoknya. Kami tidak rela rakyat tersiksa, dirampas haknya, serta didiskriminasi ketika membela haknya sendiri. Banyak contoh kasus yang terjadi di daerah ini khususnya di Sulawesi Tengah.
Aksi Pendudukan ini berlangsung selama 2 malam 3 hari yang jumlah massanya mencapai ratusan orang.
Catatan Aksi :

Sabtu, 10 Desember 2011.
Semua yang tergabung dalam Front Anti Kekerasan berkumpul di taman Gor palu sekitar pukul 09.00. sambil menunggu kawan-kawan lain kami berdiskusi serta memperbaiki semua atribut aksi dan menyanyikan lagu-lagu aksi, puluhan polisi  yang berjaga-jaga di lokasi ini guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, tak lama kemudian Solidaritas Perempuan dan Organisasi-organisasi lain telah datang dan meleburkan massanya dalam front ini.
Sekitar pukul 10.00 massa aksi yang terdiri berbagai elemen organisasi antara lain : Solidaritas Perempuan Palu, Jatam Sulteng, KPKP-ST, YPR, SHI, PBHR-ST, MAPALA KUMTAPALA, BEM HUKUM, AMAK, IPPMD - KEC DONDO Tolitoli, KPW, PRD, SRMI dan LMND tersebut berangkat dengan titik star di Taman Gor tersebut, sekitar 500 orang, dengan 24 isyu turunan yang telah disepakati bersama.
Front Anti Kekerasan melanjutkan perjalanan ke BRI, sekitar pukul 12.00 Wita kami sampai ke finish yaitu DPR Sulteng, disini front Anti Kekerasan berorasi menuntut keadilan kepada penguasa negeri ini. Masing- masing ketua Lembaga menyampaikan orasi dan tuntutannya.
Sejam kemudian tiba-tiba ada front Rakyat Miskin dengan massa mencapai 300 orang datang ke lokasi yang sama dan dengan tuntutan yang sama pula. Dengan semangatnya bernyanyi lagu pembebasan lalu menyatu dengan massa aksi Front Anti Kekerasan (FAK).  Halaman Kantor DPR pun full dengan massa aksi, bendera dan atribut lembaga berwarna-warni meramaikan aksi tersebut. 
Pukul 19.00 Wita massa aksi yang tergabung dalam Front Anti Kekerasan dan Front Rakyat Miskin keluar dari gedung DPRD menuju kejalan, disini kami menyanyikan lagu-lagu perjuangan sambil membagikan selebaran kepada pengguna jalan di kota Palu. Sekitar dua jam kami dijalan, kami kembali ke Rumah Rakyat (DPRD). Agenda kami selanjutnya adalah Diskusi bersama Aktivis lama yang memberikan ilmu kepada kami, membicarakan pengalaman hidup mereka selama memperjuangkan Rakyat selama ini, bukan hanya itu ilmu-ilmu pergerakan telah kami dapat pada malam itu.  Diskusi berakhir pukul 02.00 Wita (subuh), selesai diskusi itu kami membentuk diskusi kecil-kecilan lagi secara berkelompok-kelompok. Pada malam ini banyak massa aksi yang tidak memejamkan matanya, asyik dan terlena dalam alur diskusi yang bermakna itu yang penuh dengan dedikasi yang tinggi terhadap rakyat. Menyadari bahwa selama ini rakyat telah tertindas dengan melihat dan mendengar keadaan yang ada, kenyataan-kenyataan ini tentunya menjadi motivasi para aktivis muda untuk segera turun kejalan menyuarakan dengan lantang mengenai hal tersebut.

Minggu, 11 Desember 2011
Pukul 06.00 nasi kuning telah datang, sarapan pagi pun akan segera dimulai, entah dari mana datangnya suplay logistik ini, kami hanya menyantapnya dengan lahap dengan kawalan-kawalan Aparat keamanan di samping kami. Setelah makan ada beberapa orang yang ditugaskan untuk mencari basis – basis lain guna bergabung dalam massa aksi. Sepanjang hari ini kami hanya isi dengan diskusi-diskusi khusus mengenai meninggalnya sang Revolusioner Muda, aktivis Muda yang rela membakar dirinya hingga meninggal. Forum diskusi membedah serta menganalisa dan mencari data-data fakta mengenai meninggalnya Aktivis muda yang bernama Sondang Hutagalung. Data pun telah didapat dan ternyata Sondang nekad membakar dirinya di depan Gedung istana Merdeka tersebut akibat kekecewaannya, kejenuhannya dengan rezim SBY-Boediono yang selama ini telah gagal dalam pemerintahannya.
Data-data tersebut dibuatkan selebaran untuk disebarkan kepada seluruh warga palu pada  malam nanti. Sekitar pukul 18.30 masa aksi turun kejalan, bernyanyi dan  membagikan selebaran. Walaupun dengan kawalan polisi masa aksi tetap melanjutkan aksinya hingga pukul 21.00 Wita. Selanjutnya massa aksi berkumpul dan membuat lingkaran sambil memegang lilin tiap orangnya. Malam ini adalah malam renungan kami mengenang, berduka cita atas meninggalnya Aktivis Muda juga sebagai Mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Bung Karno. Sondang Hutagalung, beliau adalah Aktivis HAM yang juga sebagai aktivis Kampus yang membela Rakyat yang selama ini tertindas.
Menyanyikan lagu pembebasan dan ada yang berpuisi, “ wahai Sondang Sang Aktivis Muda, kami akan melanjutkan perjuanganmu, kami akan melakukan Revolusi dinegeri tercinta ini sampai tetes darah terakhir. Perjuanganmu adalah perjuangan kami, perjuangan rakyat Indonesia untuk menggulingkan Rezim Kapitalis ini, jiwa kami semakin menggelora setelah mendengar engkau pergi”.
Renungan selesai sekitar pukul 23.00, agenda selanjutnya adalah evaluasi aksi-aksi yang dilakukan beberapa hari lalu serta mempersiapkan aksi pada esok hari.  Malam ini tidak sedikit pula kawan-kawan masa aksi yang tidak menutup matanya, lagi-lagi asyik dalam suasana diskusi, suasana keakraban ditemani dengan terangnya bulan bersatu menjadi suatu aksi Solidaritas yang tidak akan pernah luntur walaupun dari berbagai komponen organisasi yang berbeda-beda, sehinggah saling tukar ilmu pun terjadi dengan sendirinya.
Tak terasa hari sudah pagi, beberapa masa aksi ditugaskan untuk ke kampus masing-masing guna mencari basis masa untuk ikut bergabung dalam front ini.
Pukul 10.00 massa dari Uniiversitas Tadulako sekitar 200 orang dengan memakai kendaraan roda dua telah tiba di Rumah Rakyat dan langsung  bergabung dengan masa aksi yang sedang menunggu sejak pagi tadi. Masa semakin banyak, semakin ramai bersorak-sorak “usir Tambang Asing”. Sesuai rencana semalam bahwa masa aksi akan keluar kejalan (kedepan Rumah Rakyat), di jalan kami membentangkan spanduk dan baliho yang berukuran 4 x 4 meter serta bendera dan atribut aksi semakin ramai dijalanan. Untuk menuntut bahwa Rezim kapitalis (SBY-Boediono) harus turun. Front yang tergabung antara Organisasi Kampus, NGO, Ormas dan Masyarakat ini menyampaikan aspirasinya sesuai dengan tema.  
Tak lama kemudian massa aksi yang tergabung dalam Front anti Neolib datang dan bergabung dengan masa aksi kami. Masa aksi menutup jalanan sehingga polisis harus menutup akses jalan Samratulangi.
Sebelum aksi berakhir sekali lagi kami menyanyikan lagu untuk mengenang Sondang Hutagalung dan berjanji akan meneruskan perjuangan beliau hingga rezim ini akan tumbang.
Pukul 12.00 aksi berakhir dengan damai, kami para pengurus-penguru lembaga langsung menuju ke kantor Solidaritas Perempuan untuk evaluasi dan menentukan strategi ampuh selanjutnya.
“ MATI ITU ADALAH HIDUP DALAM KEADAAN TERTINDAS, DAN HIDUP ITU ADALAH MATI DALAM MELAWAN PENINDASAN”
HIDUP RAKYAT…….!!!!
HIDUP MAHASISWA……!!!!  


Senin, 21 November 2011

INISIASI I IKATAN PEMUDA PELAJAR MAHASISWA DONDO


GENERASI BARU  IPPMD

Studi Intelektual Ilmiah – Latihan Dasar Kepemimpinan I yang dilaksanakan pada tanggal 19 – 20 November 2011, dengan tema “ Membentuk Kader-kader Pemimpin yang Berkualitas Dan Penuh Dedikasi  Yang Tinggi Demi Kecamatan Dondo Yang Lebih Baik”. kegiatan ini dibuka langsung oleh Pembina Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Dondo Bapak Drs. Sirajuddin M. Thayeb., M.Pdi di gedung Komite Nasional pemuda Indonesia (KNPI) pada hari sabtu tanggal 19 November 2011 tepatnya pukul 09.30 Wita.
Tujuan dari kegiatan ini adalah membentuk kader-kader IPPMD agar dapat menjadi sosok pemimpin serta dapat diperhitungkan dimasyarakat nantinya, kemudian dapat membuka peluang-peluang baru bagi generasi selanjutnya.
Dalam laporan Ketua Panitia Ramadhani, bahwa sumber dana yang kami dapatkan pada kegiatan ini berasal dari Donatur yang sasarannya adalah Pembina IPPMD kemudian kami juga mendapatkan dari swadaya Anggota serta Dana Administrasi dari Calon Anggota IPPMD. Dhani juga melaporkan bahwa Calon Anggota yang kami terima hanya berjumlah lima orang yang sebelumnya berjumlah 10 orang yang mengambil formulir.
Kata Pembina IPPMD Bapak Drs. Sirajuddin M. Thayeb., M.Pdi yang akrab dipanggil Pak Sira dalam sambutannya bahwa kegiatan ini adalah kegiatan positif yang mana akan membangkitkan semangat baru lagi, membentuk pribadi yang baru bagi semua calon peserta, beliau juga sangat Mengapresiasi kegiatan ini.
Pak Sira juga mengharapkan kepada Pengurus IPPMD periode 2011-2012   agar dapat meningkatkan kegiatan baik yang sejenis maupun kegiatan-kegiatan lainnya, karena dengan adanya kegiatan-kegiatan dapat melatih mental, fikiran serta mental bagi generasi –generasi selanjutnya, berjalan dengan tegar walaupun badai menempah dalam perjalanan tersebut. Beliau banyak memberikan saran dalam sambutannya antara lain adalah membuka peluang-peluang yang telah didapatkan, mencari jaringan serta meningkatkan diskusi-diskusi yang kami sebut Dondo Studi Club (DSC).
Kegiatan Inisiasi I IPPMD ini baru kali ini dilaksanakan semenjak  berdirinya IPPMD dari tahun 2007, tentunya suatu kebanggaan tersendiri walaupun masih banyak terdapat kekurangan serta kekeliruan yang terdapat didalamnya, akan tetapi tentunya kami belajar dari kegiatan tersebut sehingga pada kegiatan selanjutnya dapat berjalan dengan sempurna.

 
Terima kasih kami ucapkan kepada ALLAH S.W.T. yang telah memberikan kami kesehata, kesempatan serta kekuatan karena atas berkah dan rahmatnya tersebut. terima kasih pula kami ucapkan kepada pembina-pembina kami yang masih setia mendampingi kami dalam menjalankan roda Organisasi ini sehingga tetap bertahan. untuk semua pihak yang telah membantu terima kasih banyak dan tulus dari hati yang paling dalam.
semoga ALLAH S.W.T. membuka jalan yang lurus sehingga organisasi ini dapat berjalan sesuai dengan apa yang dicita-citakan bersama.

TERIMA KASIH...

SALAM PERSATUAN... 

Senin, 14 November 2011

Conversation with Minink Kihae

BETAPA MISKINNYA KITA

Suatu ketika seseorang yang sangat kaya mengajak
anaknya mengunjungi sebuah kampung dengan tujuan utama memperlihatkan kepada
anaknya betapa orang-orang bisa sangat miskin. Mereka menginap beberapa hari
di sebuah daerah pertanian yang sangat miskin. Pada perjalanan pulang, sang
Ayah bertanya kepada anaknya. "Bagaimana perjalanan kali ini?"
"Wah, sangat
luar biasa Ayah."
"Kau... lihatkan betapa manusia bisa sangat miskin," kata
ayahnya.
"Oh iya," kata anaknya
"Jadi, pelajaran apa yang dapat kamu ambil?"
tanya ayahnya.

Kemudian si anak menjawab. "Saya saksikan bahwa: Kita hanya
punya satu anjing, mereka punya empat. Kita punya kolam renang yang luasnya
sampai ketengah taman kita dan mereka memiliki telaga yang tidak ada batasnya.
Kita mengimpor lentera-lentera di taman kita dan mereka memiliki
bintang-bintang pada malam hari. Kita memiliki pagar sampai ke halaman depan,
dan mereka memiliki cakrawala secara utuh. Kita memiliki sebidang tanah untuk
tempat tinggal dan mereka memiliki ladang yang melampaui pandangan kita. Kita
punya pelayan-pelayan untuk melayani kita, tapi mereka melayani sesamanya.
Kita membeli untuk makanan kita, mereka menumbuhkannya sendiri. Kita mempunyai
tembok untuk melindungi kekayaan kita dan mereka memiliki sahabat-sahabat
untuk saling melindungi."

Mendengar hal ini sang Ayah tak dapat
berbicara.
Kemudian sang anak menambahkan "Terimakasih Ayah, telah menunjukkan
kepada saya betapa miskinnya
kita."
.........................................................................................
Mutiara
Kalbu Sebening Embun Pagi, p.172, 1001 kisah sumber inspirasi, edisi bahasa
Indonesia. Hafara

Conversation with Minink Kihae

BUTA

Ada seorang anak laki-aki tunanetra duduk di tangga sebuah bangunan
dengan sebuah topi terletak di dekat kakinya. Ia mengangkat sebuah papan yang
bertuliskan: “Saya buta, tolong saya”. Tak berapa lama, nampak hanya ada
beberapa keping uang di dalam topi itu. Kemudian datanglah seorang pria
berjalan melewati tempat anak ini. Ia mengambil beberapa keping uang dari
sakunya dan menjatuhkannya ke... dalam topi itu. Lalu ia mengambil papan,
membaliknya dan menulis beberapa kata. Pria ini menaruh papan itu kembali
sehingga orang yang lalu lalang dapat melihat apa yang baru saja ia
tuliskan.

Segera sesudahnya, topi itu pun terisi penuh. Semakin banyak orang
memberi uang kepada anak tuna netra ini. Sore itu pria yang telah mengubah
kata-kata di papan tersebut datang untuk melihat perkembangan yang terjadi.
Anak ini mengenali langkah kakinya dan bertanya, “Apakah Bapak yang telah
mengubah tulisan di papanku tadi pagi? Apa yang bapak tulis?”

Pria itu
berkata, “Saya hanya menuliskan sebuah kebenaran. Saya menyampaikan apa yang
kamu telah tulis dengan cara yang berbeda”. Apa yang ia telah tulis adalah:
“Hari ini adalah hari yang indah dan saya tidak bisa melihatnya”. Bukankah
tulisan yang pertama dengan yang kedua sebenarnya sama saja artinya?

Benar.
Tentu arti kedua tulisan itu sama, yaitu bahwa anak itu buta. Tetapi, tulisan
yang pertama hanya mengatakan bahwa anak itu buta. Sedangkan, tulisan yang
kedua mengatakan kepada orang-orang bahwa mereka sangatlah beruntung bahwa
mereka dapat melihat. Apakah kita perlu terkejut melihat tulisan yang kedua
lebih efektif?

Moral dari cerita ini: Bersyukurlah untuk segala yang kau
miliki. Jadilah kreatif. Jadilah inovatif. Berpikirlah dari sudut pandang yang
berbeda dan positif. Keluar dari “kotak” dan cobalah untuk melihat dari sudut
pandang yang tidak biasa.
By. Rahmini

Jumat, 28 Oktober 2011

SEJARAH SINGKAT IKATAN PEMUDA PELAJAR MAHASISWA DONDO

SEJARAH IKATAN PEMUDA PELAJAR MAHASISWA DONDO



Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Dondo adalah Sebuah Organisasi kepemudaan, Kepelajaran serta Kemahasiswaan yang berorientasi pada pembangunan Bangsa dan Negara khususnya Kecamatan Dondo. Sampai saat ini IPPMD sudah berusia 5 tahun. Semenjak kelahirannya IPPMD belum banyak memberikan kontribusi kepada daerahnya diakibatkan kefakuman dan ketidak bertanggung jawabnya komponen organisasi dimasing-masing bidangnya.
Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Dondo berdiri pada tanggal 12 Januari 2007 di Palu - Sulteng (Tombolotutu) yang dipelopori oleh Kanda Hikmah Mar’uf yang sekaligus ketua Dewan Pemuda Dondo, Sdr. Muhlis, Sdr. Ambrin, Sdr. Ikbal dan Marni. Pada awalnya terbentuknya organisasi ini bernama Ikatan Mahasiswa Pemuda Dondo yang disingkat (IMPD), dan kemudian setelah pertimbangan forum pada  hasil kongres II yang dilaksanakan di Mess Pemda Tolitoli tepatnya Jl. M.T. Haryono No. 16 Palu, telah berubah nama menjadi Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Dondo (IPPMD). Hal ini juga menjadi suatu kredibelisasi bagi para anggota yang berjuang untuk mengeksistensikan IPPMD.  karena ini merupakan suatu sejarah dalam internal IPPMD. Nama IPPMD juga sudah pernah ada pada tahun 2001 , akan tetapi IPPMD pada saat itu belum menunjukkan dan belum menjadi organisasi formal serta anggota – anggotanya banyak yang sudah selesai, maka dari itu kemandekkan organisasi IPPMD semakin parah.

Dengan melihat kondisi ini kami selaku Warga Dondo yang sementara ini sedang menuntut Ilmu di Palu - Sulteng, bergerak untuk bisa mengambil posisi dan nantinya bisa diperhitungkan dan serta dapat membantu pemerintah dalam meningkatkan kinerja untuk melaksanakan program pembangunan. 

 
Badan Pengurus dan Masa Kepengurusannya
1.          Muhlis             = Ketua       Periode 2007-2011
Ambrin             = Sekretaris
Hamdana          = Bendahara 

 Moh. Rifai M. Hadi = Ketua       Periode 2011-2012

Mispawati          = Sekretaris


Romansyah          = Bendahara








BIDANG - BIDANG
 
1. Bidang Kesekretariatan                 
Koordinator   = Almia 
Anggota        = Babul Hasanah
 

Anggota = Sulfiani 

 
 
2. Bidang Dana Dan Logistik             
Koordinator   = Linda

Anggota        = Nurhasanah 
 


Anggota  = Sopyan 
 
 
3. Bidang  Info Dan Pers                
Koordinator   = Harianto

Anggota        = Lusiana
 
Anggota = Moh. Arsyad
Anggota = Ridwan

4. Bidang Humas                     
Koordinator   = Rusnang

Anggota        = Musdaniati 
 


Anggota = Sudarmin


5. Bidang Pengkaderan               
Koordinator   = Moh. Zasriansyah
 
Anggota        = Sudirman
 

Anggota = Riznawati
 
Anggota : Ramadhani
 
 
6. Bidang Partisipasi Pembangunan Daerah     
Koordinator   = Akbar
 
Anggota        = Linda Sri Asti Astuti
 


Anggota =  Rosnani
 
 
7. Bidang Olahraga Dan Seni                  
Koordinator   = Mulyadi
 

Anggota        = Syamsuddin 


Anggota = Hendry Gunawan  

8. Bidang Kesehatan Lingkungan          
Koordinator   = Ardiansyah
 
Anggota        = Rusnawati

Anggota        = Wulandari

Anggota        = Fiana
 

Anggota = Rukmana

9. Bidang Advokasi                      
Koordinator   = Rizal

Anggota        = Hairul

Anggota = Dewi Irta
 

Anggota = Fajriani


10.         Bidang Penelitian dan Pengembangan        
Koordinator   = Moh. Taufik

Anggota        = Rusmin

Anggota        = Asrizal
 



PEMBINA IPPMD :
1. Drs. Jamaluddin, M. Si.
2. Bahtar, S.Ag., M.Pdi
3. Drs. Yahya R. Kibbi
4. Drs. Sirajuddin M. Thayeb M.Pdi
5. Erniwati, S.Pd
6. Zainuddin, T. Radjia, S.Pd
7. Hikmah Mar’uf  S.Pdt
8. Asnawir, S. Sos