Rabu, 12 Oktober 2011

TOLAK CPM HARGA MATI




TOLAK PT. CPM “HARGA MATI”

Masyarakat Desa Anggasan Kembali di risaukan oleh perusahaan tambang emas PT. Citra Palu Mineral yang mana perusahaan ini sudah melalui tahap eksplorasi dan selanjutnya tahap eksploitasi. Sampai sekarang kami masyarakat Desa Anggasan tidak pernah diperlihatkan Dokumen penelitian, Izin dan AMDAL, UKP, UPL serta Peta Lokasi perusahaan yang akan masuk di Desa kami. Olehnya itu kami masyarakat Desa Anggasan tidak ingin pemerintah dan perusahaan CPM merusak lingkungan kami dan terus membohongi masyarakat dengan informasi palsu maka dari itu kami masyarakat yang tergabung dalam “Gerakan Masyarakat Anggasan” menuntut :1. Tolak Pertambangan Citra Palu Mineral 2. Tolak Kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada masyarakat. 3. Tolak pengrusakan lingkungan di Desa Anggasan. 4. Stop Intimidasi terhadap rakyat.
Kata Moh. Rifai M. Hadi (23 tahun) yang akrab di panggil Fhay ini bahwa izin dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) belum pernah diperlihatkan kepada masyarakat Desa Anggasan bahkan tahap sosialisasinya pun belum dilakukan.   Implementasi AMDAL sangat perlu di sosialisasikan tidak hanya kepada masyarakat, padahal Keputusan Kepala BAPEDAL No.08 tahun 2000 tentang Keterlibatan masyarakat dan keterbukaan informasi dalam proses AMDAL. Peran serta masyarakat Semua kegiatan dan /atau usaha yang wajib AMDAL, maka pemprakarsa wajib mengumumkan terlebih dulu kepada masyarakat sebelum pemrakarsa menyusun AMDAL Dalam jangka waktu 30 hari sejak diumumkan , masyarakat berhak memberikan saran, pendapat dan tanggapan. Dalam proses pembuatan AMDAL peran masyarakat tetap diperlukan . Dengan dipertimbangkannya dan dikajinya saran, pendapat dan tanggapan masyarakat dalam studi AMDAL. Pada proses penilaian AMDAL dalam KOMISI PENILAI AMDAL  maka saran, pendapat dan tanggapan masyarakat akan menjadi dasar pertimbangan penetapan kelayakan lingkungan suatu rencana usaha dan/atau kegiatan.
Tapi sayangnya ketentuan diatas tidak pernah dilakukan sama sekali baik pihak manajemen PT. CPM maupun dari pemerintah sendiri. Kami hanya tidak mau lingkungan kami dirusak, kami hanya tidak mau sosial budaya kami berubah, kami hanya tidak mau ekonomi kami menurun drastis, seperti halnya daerah-daerah lain yang pernah atau yang sedang dalam penguasaan Perusahaan baik swasta maupun negara. Kata Moh. Rifa M. Hadi yang juga selaku Ketua Umum Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Dondo Kec. Dondo Kab. Tolitoli.

DESA ANGGASAN KEC. DONDO




SEJARAH DESA

sUngai yang membela pemukiman penduduk yang sekaligus pembatas antara dusun kubir dan dusun jongin dahulu airnya sangat deras sehingga dari kejauhan gumuruh air yang mengalir terdengar. Oleh karena itu suku Dondo dan Suku Lauje sebagai penduduk asli daerah ini menyebtnya OGO ONGGA ONGGASAN atau Anggasan yang artinya Bunyi air yang deras.
Desa anggasan merupakan suatu desa yang baru di Kecamatan Dondo kab. Tolitoli, yang sebelumnya adalah wilayah pemerintahan desa Malomba. Berdasarkan usulan dan permohonan masyarakat, oleh p[emerintah kab. Tolitoli dikaji dan diteliti berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, maka dusun anggasan desa malomba memenuhi syaat untuk dimekarkan.
Berdasarkan peraturan daerah Kab. Tolitoli Nomor : 17 tahun 2007 tentang pemekaran desa Buntuna, Ogosipat, Kongkomos, Anggasan dan Sese atau yang lebih dikenal pemekaran BOKAS. Maka pada tanggal 5 Januari 2007 pemerintah kabupaten tolitoli meresmikan pemekaran Dusun Anggasan Desa Malomba menjadi Desa tersendiri terpisah dari desa induk yaitu Desa Malomba. Sekaligus melantik kepala Dusun Anggasan yang telah menjabat selama 30 tahun yaitu Bapak Haiyun Baruadi sebagai Kepala Desa Anggasan. Kemudian pada tahun 2008 masyarakat Desa Anggasan melaksanakan pemilihan kepala Desa dan memberikan kepercayaan kepada bapak Tamrin P. Sugantina sebagai kepala Desa Anggasan periode 2008-2014.
Desa Anggasan merupakan satu dari 12 Desa yang ada dikecamatan Dondo dan di diami oleh Suku Dondo, Suku Lauje dan masyarakat pendatang. Desa anggasan terdiri dari 345 KK yaitu :
Laki-laki : 788 Jiwa
Perempuan : 757 Jiwa
Jumlah penduduk : 1545 jiwa
Batas –batas desa Anggasan :
Sebelah Utara berbatasan dengan Desa Malomba
Sebelah selatan berbatasan dengan kab. Parigi Moutong
Sebelah Timur berbatasan dengan Desa Malomba
Sebelah Barat berbatasan dengan Desa Ogowele
Oleh karena itu jika berkunjng ke Desa Anggasan akan terdengar bunyi air yangderas di sungai yang diambil dari kata Ogo Ongga Onggasan.


No.
Uraian
Keterangan
1.
Luas wilayah : 8000 Ha

2.
Jumlah Dusun : 4 (empat)
1.      Dusun kubir
2.      Dusun jongin
3.      Dusun sinungkud
4.      Dusun ta’anes

3.
Batas wilayah

4.
Topografi
a.       Luas kemiringan lahan (rata-2)
1.      Datar 350 Ha
2.      Pegunungan 4500 Ha
b.      Ketinggian di atas permukaan laut 400 m

5.
Hidrologi :
Ada pengairan /mata air

6
Klimatologi :
a.       Suhu 27 - 32º C
b.      Curah hujan 3000/4000 mm
c.       Kelembaban udara
d.      Kece[atan angin

7.
Luas lahan pertanian :
a.       Sawah teririgasi : 122,180 Ha
b.      Sawah tadah hujan : 6,280 Ha

8.
Luas lahan pemukiman : 149 Ha

9.
Kawasan rawan bencana :
a.       Banjir : 30 Ha
b.      Longsor : 50 Ha

10.
Orbitasi :
a.       Jarak ke Ibu Kota Prop : 360 Km
b.      Jarak kew Ibu kota Kab. : 110 Km
c.       Jarak ke ibu kota kec. : 20 Km

11.
Jumlah penduduk :
a.       Jumlah total : 1545 jiwa
b.      Julah laki-laki : 788 jiwa
c.       Jumlah perempuan : 757 jiwa
d.      Jumlah KK : 345 KK


 Keadaan Sosial Budaya Desa.
No.
Uraian
Jumlah
Keterangan
1.
Kependudukan
a.       Jumlah penduduk (jiwa
b.      Jumlah KK
c.       Jumlah laki-laki
1.      0-15 tahun
2.      16-55 tahun
3.      Diatas 55 tahun
d.      Jumlah perempuan
1.      0-15 tahun
2.      16-55 tahun
3.      Diatas 55 tahun

1545
345

2.
Kesejahteraan sosial
a.       Jumlah KK Prasejahtera
b.      Jumlah KK sejahtera
c.       Jumlah KK Kaya
d.      Jumlah KK sedang
e.       Jumlah KK miskin





133

3.
Timgkat pendidikan
a.       Tidak tamat SD
b.      SD
c.       SLTP
d.      SLTA
e.       Diploma/sarjana


4.
Mata pencaharian
a.       Buruh tani
b.      Petani
c.       Peternak
d.      Pedagang
e.       Tukang kayu
f.       Tukang batu
g.      Penjahit
h.      PNS
i.        Pensiunan
j.        TNI/POLRI
k.      Perangkat Desa
l.        Pengrajin
m.    Industir kecil
n.      Buruh industri
o.      Lain-lain



264
-
6
2
3

6
1

9

5.
Agama
a.       Islam
b.      Kristen
c.       Hindu
d.      Budha

1281
254
-
-


Daei tabel diatas dapat disimpulkan bahwa :
1.      Kependudukan
Jumlah usia produktif lebih banyak dibanding denan usian anak-anak  dan lansia. Perbandingan usia anak-anak, produktif, dan lansia adalah sebagai berikut : 21% :61 % :18%. Dari 1545 jumlah penduduk yang berada pada kategori usia prodkutif laki-laki dan permupuan jumlahnya hampir sama/seimbang.
2.      Kesejahteraan
Jumlah KK sedang mendominasi yaitu 29,2% dari total KK,  KK pra sejahtera 24 % KK sejahtera 17,9% KK kaya 16,3% dan KK miskin 12,5%. Dengann banyaknya KK Pra sejahtera inilah maka desa Anggasan termasuk desa tertinggal.
3.      Tingkat pendidikan

Pembagian wilayah desa
No.
Dusun
Jumlah
KK
1.
Kubir
544
119
2.
Jongin
528
122
3.
Sinungkud
212
39
4.
Ta’anes
261
65

Potensi dan masalah
Ibidang SARAN DAN PRASARANA
No.
Masalah
Potensi
1.
Jalan menuju lokasi perkebunan masyarakat sempit, berbatu dan apabila hujan turun atau musim hujan tuba susah untuk dilalui sehingga perlu dibuat jalan kantong produksi
Tersedia batu, sirtu dan tenaga kerja
2.
Jalan menuju lokasi perkebunan masyarakat sempit, berbatu dan apabila hujan turun atau musim hujan tuba susah untuk dilalui sehingga perlu dibuat jalan kantong produksi
Tersedia batu, sirtu dan tenaga kerja
3.
Apabia musim hujan dan terjadi erosi diperkebunan warga dan ada beberapa rumah yang ditepi sungai akan tergenang air sehingga perlu dibuatkan bronjong
Tersedia batu dan tenaga kerja
4.
Jalan warga dusun Kubir menuju kesinungkud dan desa Ogowele bila tiba Musim hujan yang deras mengakibatkan jalan becek dan transportasi akan terganggu. Maka perlu dibuatkan drainase di dusun kubir agar transportasi lancar
Tenaga operasional tersedia
5
Apabila terjadi hujan dan terjasi erosi rumah masyartakat dikomplkes pasar (dusun jongin) akan digenangi air dan meluap ke rumah penduduk setempat. Jadi perlu dibuatka bronjong
Tersedia batu, sirtu dan tenaga kerja
6.
Didepan beberapa rumah warga pada musim hujan, air got yang ada meluaap kerumah warga, jadi perlu adanya deker agar jalan lancar.
Tersedia batu, sirtu dan tenaga kerja
7.
Beberapa rumah warga didusun kubir sering tergenang air. Untukitu warga mengharapkan adanya deker
Tersedia batu, sirtu dan tenaga kerja
8.
Jalan dusun jongin bila tiba musim hujan airnya akan meluap kejalan, sehingga akan merusak jalan aspal yang ada. Untuk itu perlu dibuatkan drainase.
Tersedia batu, sirtu dan tenaga kerja
9.
Bila musim hujan terjadi erosi disungai dan sring banjir sehingga warga sulit menyeberang perlu dibuatkan jembatan penguhubung.
Tersedia batu, sirtu dan tenaga kerja

Rencana pembangunan Jangka Menengah
Visi dan Misi
Visi
Visi adalah suatu gambaran yang ,menantang tentang keadaan masa depan  yang diinginkan dengan melihat potensi dan kebutuhan desa. Penyusunan visi desa dilakukan dengan pendekatan partisipatif, melibatkan pihak-pihak yang berkepentingan didesa anggasan seperti pemerintah desa, BPD, Tokoh Maysarakat, tokoh Agama, lembaga Masyarakat Desa dan Masyarakat desa pada umumnya. Pertimbangan kondisi eksternal didesa seperti satuan kerja wilayah pembangunan di kecmatan dondo mempunyai titik sektor pertanian, maka berdasarkan pertimbangan diatas Visi Desa anggasan adalah :
MEWUJUDKAN DESA ANGGASAN MENJADI DESA MANDIRI MELALUI BIDANG PERTANIAN.
Nilai-nilai yang melandasi :
-          Selama bertahun-tahun Desa Anggasan merupakan desa pertanian, desa yang Kaya akan sumber daya alam, hanya saja penanganannya kurang maksimal.
-          Sebagian besar warga desa adalah petani juga ada yang memlihara hewan ternak seperti dalam skala kecil, biasanya hanya digunakan untul investasi jangkapendek.
Makna yang terkandung :
-          Terwujudnya : terkandung didalamnya peran pemerintah dalam mewujudkan desa Anggasan yang mandiri secara ekonomi.
-          Desa Anggasan : adalah satu kesatuan masyarakat hukum dengan segala potensinya dalam sistem pemerintahan diwilayah desa anggasan.
-          Mandiri :  adalah suatu kondisi kehidupan yang kreatif, inovatif, produktif dan partisipatif sehingga mampu memenuhi kebutuhannya sendiri.
-          Pertanian : bahwa sektor pangan adalah hal utama dalam perekonomian, sehingga tidak akan terjadi rawan pangan di desa Anggasan.
Misi Desa
-          Memperbaiki dan menambah sarana da prasarana yang dibuthkan untuk meningkatkan SDM melalui pendidikan formal dan informal.
-          Bekerja sama dengan petugas penyuluh lapangan untuk meningkatkan hasil pertanian.
-          Meningkatkan usaha pertanian.
-          Meningkatkan dan mengelola pendapatan asli desa.
-          Mewujudkan pemerintahan yang baik dan bersih melalui pelaksanaan Otonomi Daerah.
Sejarah pemerintahan desa
No.
Periode
nama kepala desa
Keterangan
1.
2007-2008
Haiyun Baruadi

2.
2008-2015
Tamrin P sugantina


Pembangunan Desa
No.
Tahun
Kegiatan Pembangunan
Keterangan
1.
1974
Pembangunan Mushallah (Alhidayah)
Swadaya
2.
1974
Pembangunan gereja Kanaan
Swadaya
3.
1979
Pembangunan SD Anggasan
Dinas Pendidikan
4.
2004
Pembangunan masjid Al Hidayah
Swadaya
5.
2006
Pembangunan Balai Desa
Swadaya
6.
2007
Pembangunan air bersih
PNPM-MP
7.
2008
Pembangunan jalan Desa
PNPM-MP
8.
2008
Pembangunan Poskesdes
APBD
9.
2009
Pembangunan Kantor Desa
APBD
10.
2009
Pembangunan Jalan Desa
PNPM-MP
11.
2010
Pembangunan PAUD
PNPM-MP

Prasarana dan Sarana Desa
No.
Jenis Sarana dan Prasarana Desa
Jumlah
Keterangan
1.
Kantor desa
1

2.
Gedung SLTA
-

3.
Gedung SLTP
1

4.
Gedung SD
2

5.
Gedung MI
-

6.
Gedung PAUD
1

7.
Masjid
1
Perlu perbaikan
8
Mushollah
1
Perlu perbaikan
9
Gereja
2
Perlu perbaikan
10
Pasar desa
1
Perlu perbaikan
11
Poskesdes
1

12
Kantor PKK
1
Baru pondasi
13
Poskamling
2

14
Jembatan
1
Perlu perbaikan
15
Gedung TPQ
-

16
Lapangan sepak bola
1
Perlu perbaikan
17
Gedung BPD
1
Belum jadi

Luas wilayah menurut pebnggunaan
Luas pemukiman
25 Ha/m2
Luas persawahan
-
Luas perkebunan
3000 ha/m2
Luas kuburan
1000 ha
Luas pekarangan
2500
Luas taman

Perkantoran
500 ha
Luas prasarana umum
1 ha

Tnah kering
Tegal ladang
267 ha
Pemukiman
149 ha
Pekarangan





Total luas
418 ha

Tanah perkebunan
Perkebunan rakyat
3390 ha
Perkebunan negara
-
Perkebunan swasta
-
Perkebunan pwrorangan
3390 ha


Total luas
6780 ha

Tamnah hutan
Hutan lindung
65 ha











Etnis
Etnis
laKILAKI
Perempuan
Dondo
90
89
Tolitoli
425
599
Bugis
53
74
Mandar
7
21
Buol
15
9