Senin, 14 November 2011

Conversation with Minink Kihae

BUTA

Ada seorang anak laki-aki tunanetra duduk di tangga sebuah bangunan
dengan sebuah topi terletak di dekat kakinya. Ia mengangkat sebuah papan yang
bertuliskan: “Saya buta, tolong saya”. Tak berapa lama, nampak hanya ada
beberapa keping uang di dalam topi itu. Kemudian datanglah seorang pria
berjalan melewati tempat anak ini. Ia mengambil beberapa keping uang dari
sakunya dan menjatuhkannya ke... dalam topi itu. Lalu ia mengambil papan,
membaliknya dan menulis beberapa kata. Pria ini menaruh papan itu kembali
sehingga orang yang lalu lalang dapat melihat apa yang baru saja ia
tuliskan.

Segera sesudahnya, topi itu pun terisi penuh. Semakin banyak orang
memberi uang kepada anak tuna netra ini. Sore itu pria yang telah mengubah
kata-kata di papan tersebut datang untuk melihat perkembangan yang terjadi.
Anak ini mengenali langkah kakinya dan bertanya, “Apakah Bapak yang telah
mengubah tulisan di papanku tadi pagi? Apa yang bapak tulis?”

Pria itu
berkata, “Saya hanya menuliskan sebuah kebenaran. Saya menyampaikan apa yang
kamu telah tulis dengan cara yang berbeda”. Apa yang ia telah tulis adalah:
“Hari ini adalah hari yang indah dan saya tidak bisa melihatnya”. Bukankah
tulisan yang pertama dengan yang kedua sebenarnya sama saja artinya?

Benar.
Tentu arti kedua tulisan itu sama, yaitu bahwa anak itu buta. Tetapi, tulisan
yang pertama hanya mengatakan bahwa anak itu buta. Sedangkan, tulisan yang
kedua mengatakan kepada orang-orang bahwa mereka sangatlah beruntung bahwa
mereka dapat melihat. Apakah kita perlu terkejut melihat tulisan yang kedua
lebih efektif?

Moral dari cerita ini: Bersyukurlah untuk segala yang kau
miliki. Jadilah kreatif. Jadilah inovatif. Berpikirlah dari sudut pandang yang
berbeda dan positif. Keluar dari “kotak” dan cobalah untuk melihat dari sudut
pandang yang tidak biasa.
By. Rahmini

Tidak ada komentar: