TOLAK PT. CPM “HARGA MATI”
Masyarakat Desa Anggasan Kembali di risaukan oleh perusahaan tambang emas PT. Citra Palu Mineral yang mana perusahaan ini sudah melalui tahap eksplorasi dan selanjutnya tahap eksploitasi. Sampai sekarang kami masyarakat Desa Anggasan tidak pernah diperlihatkan Dokumen penelitian, Izin dan AMDAL, UKP, UPL serta Peta Lokasi perusahaan yang akan masuk di Desa kami. Olehnya itu kami masyarakat Desa Anggasan tidak ingin pemerintah dan perusahaan CPM merusak lingkungan kami dan terus membohongi masyarakat dengan informasi palsu maka dari itu kami masyarakat yang tergabung dalam “Gerakan Masyarakat Anggasan” menuntut :1. Tolak Pertambangan Citra Palu Mineral 2. Tolak Kebijakan pemerintah yang tidak berpihak kepada masyarakat. 3. Tolak pengrusakan lingkungan di Desa Anggasan. 4. Stop Intimidasi terhadap rakyat. Kata Moh. Rifai M. Hadi (23 tahun) yang akrab di panggil Fhay ini bahwa izin dan Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (AMDAL) belum pernah diperlihatkan kepada masyarakat Desa Anggasan bahkan tahap sosialisasinya pun belum dilakukan. Implementasi AMDAL sangat perlu di sosialisasikan tidak hanya kepada masyarakat, padahal Keputusan Kepala BAPEDAL No.08 tahun 2000 tentang Keterlibatan masyarakat dan keterbukaan informasi dalam proses AMDAL. Peran serta masyarakat Semua kegiatan dan /atau usaha yang wajib AMDAL, maka pemprakarsa wajib mengumumkan terlebih dulu kepada masyarakat sebelum pemrakarsa menyusun AMDAL Dalam jangka waktu 30 hari sejak diumumkan , masyarakat berhak memberikan saran, pendapat dan tanggapan. Dalam proses pembuatan AMDAL peran masyarakat tetap diperlukan . Dengan dipertimbangkannya dan dikajinya saran, pendapat dan tanggapan masyarakat dalam studi AMDAL. Pada proses penilaian AMDAL dalam KOMISI PENILAI AMDAL maka saran, pendapat dan tanggapan masyarakat akan menjadi dasar pertimbangan penetapan kelayakan lingkungan suatu rencana usaha dan/atau kegiatan.
Tapi sayangnya ketentuan diatas tidak pernah dilakukan sama sekali baik pihak manajemen PT. CPM maupun dari pemerintah sendiri. Kami hanya tidak mau lingkungan kami dirusak, kami hanya tidak mau sosial budaya kami berubah, kami hanya tidak mau ekonomi kami menurun drastis, seperti halnya daerah-daerah lain yang pernah atau yang sedang dalam penguasaan Perusahaan baik swasta maupun negara. Kata Moh. Rifa M. Hadi yang juga selaku Ketua Umum Ikatan Pemuda Pelajar Mahasiswa Dondo Kec. Dondo Kab. Tolitoli.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar