![]() |
| Add caption |
Sungai yang membela pemukiman penduduk yang sekaligus pembatas antara dusun kubir dan dusun jongin dahulu airnya sangat deras sehingga dari kejauhan gumuruh air yang mengalir terdengar. Oleh karena itu suku Dondo dan Suku Lauje sebagai penduduk asli daerah ini menyebtnya OGO ONGGA ONGGASAN atau Anggasan yang artinya Bunyi air yang deras.
Desa anggasan merupakan suatu desa yang baru di Kecamatan Dondo kab. Tolitoli, yang sebelumnya adalah wilayah pemerintahan desa Malomba. Berdasarkan usulan dan permohonan masyarakat, oleh p[emerintah kab. Tolitoli dikaji dan diteliti berdasarkan peraturan perundang-undangan yang berlaku, maka dusun anggasan desa malomba memenuhi syaat untuk dimekarkan.
Berdasarkan peraturan daerah Kab. Tolitoli Nomor : 17 tahun 2007 tentang pemekaran desa Buntuna, Ogosipat, Kongkomos, Anggasan dan Sese atau yang lebih dikenal pemekaran BOKAS. Maka pada tanggal 5 Januari 2007 pemerintah kabupaten tolitoli meresmikan pemekaran Dusun Anggasan Desa Malomba menjadi Desa tersendiri terpisah dari desa induk yaitu Desa Malomba. Sekaligus melantik kepala Dusun Anggasan yang telah menjabat selama 30 tahun yaitu Bapak Haiyun Baruadi sebagai Kepala Desa Anggasan. Kemudian pada tahun 2008 masyarakat Desa Anggasan melaksanakan pemilihan kepala Desa dan memberikan kepercayaan kepada bapak Tamrin P. Sugantina sebagai kepala Desa Anggasan periode 2008-2014.
Desa Anggasan merupakan satu dari 12 Desa yang ada dikecamatan Dondo dan di diami oleh Suku Dondo, Suku Lauje dan masyarakat pendatang. Desa anggasan terdiri dari 345 KK yaitu :
Laki-laki : 788 Jiwa
Perempuan : 757 Jiwa
Jumlah penduduk : 1545 jiwa
Batas –batas desa Anggasan :



Tidak ada komentar:
Posting Komentar